Senin, Desember 01, 2014

Pinsiltempur Capek

Kerja mah apa saja, yang penting capek ---- Pidi Baiq

Hari ini hari minggu, tanggal terakhir di bulan November. Aku libur, istriku libur, Ibang juga libur. Tapi aku hari ini capek pakek bingit. Mertuaku minta dibantu kerja di kebun. Sedangkan sebagai WNI, Warga Negara Insomnia, semalam aku kurang tidur.
Daftar kegiatanku hari ini, cekdisout !

06.37 Aku minum secangkir kopi dan sarapan tiga genggam kacang goreng sambil nonton TV yang berita. Iklannya sosisones. Aku diet, biar kurus. Oke, aku sudah kurus, biar ganteng. Aku sudah ganteng. Lalu biar apa? Biar juara kek sosisones.

07.45 Aku pergi ke kebun belakang rumah, disitu ada mamang yang mantan  RT ngajak kerja bakti. Oke mang, tapi saya bantu emak dulu, kataku.

07.57 Ambil cangkul trus mulai mencangkul. Istriku dating , ayah, bajunya ganti jangan pakek yang itu, masa baju dipakek ke pabrik, dipakek ke sawah juga,katanya. Cerewet ih, kataku. Aku ganti baju, bukan ganti istri.

08.08 Aku mulai mencangkul lagi. Baru beberapa meter, keringat sudah ramai.

09.46 Aku capek. Bilang ke mertua mau kerja bakti dulu. Petikin kelapa dulu, kata mertua.Oke, maam, kataku dalam hati. Tapi gak jadi. Dia gak bakalan ngerti kalau aku ucapin juga.

09. 48 Aku naik pohon kelapa. Bawa golok. Sampai di atas, aku kesulitan untuk metik sementara kaki sudah pegal, tangan sudah lemas. Aku gak tahan. Mau melambaikan tangan tapi susah. Aku melorot, itu menyebabkan gambar sablon di kaosku sedikit rontok.

09.53 Aku minum air kelapa yang berasa seperti air soda. Ada sensasi sreset-sreset dilidah. Terus aku makan kelapa. Kelapanya muda kek aku. Muda dan berbahaya. Kek lagu.

10.05 Aku sampai di tempat kerja bakti. Orang-orang sudah sedari tadi mulai. Aku celingukan. Gak ada kue ih. Mencangkuli tanah. Meratakannya. Menebang pohon yang perlu ditebang. Menebas akarnya, menggali tunggulnya. Tahu gak? Aku berasa jadi kek nenek moyang kita semasa Daendels berkuasa. Bikin jalan dari Anyer-Panarukan. Oya, kelak nama jalan yang kami bikin di namakan jalan mang Mubin. Tetangga.

10.35 Mamang yang mantan RT kembali dengan sekardus air putih, eh putih apa bening sih?  kami menyebutnya aqua. Padahal mereknya bukan aqua. Pokoknya gitu. Dan satu kantong gorengan.

10.37 Aku mulai makan. Ternyata di plastik gorengan itu ada risol, ubi dan entah satu lagi apa namanya.

10.41 Aku kembali kerja, mencangkul dan meratakan tanah. Capek dan rasanya pengen menampar Daendels. Kuenya masih ada. Makan lagi ah.

10.50 Aku minum.
 
11.10 Minum lagi.

11.23 Ada sesuatu yang jatuh di kepalaku. Gak tahunya laba-laba. Untung gak gigit. Coba kalau gigit,trus aku jadi Spiderman. Aku pasti harus menjahit baju untuk kostum. Terus harus memberantas kejahatan. Terus main-mainnya kapan?

11.40 Aku pulang. Tanpa beban. Kusalutkan kemenanganmu. Itu lagunya Sheila on Seven. Ceritaku cuma sampai Aku pulang titik.

11.45 Aku pipis di bawah pohon. Gak tahan euy.

11. 50 Sampai di rumah. Pengen mandi tapi capek.

11.59 Mengambil nasi untuk makan Ibang.

12.03 Menyuapi Ibang.

12.30 Mandi pakek air, pakek sabun. Telanjang.

12.38 Sholat Dzuhur.

12.48 Makan siang. Makan nasi deng. Pokoknya gitu. Nanti kamu protes, masa siang dimakan. Yekan? Yekan?

13.10 Menebang dahan yang mengganggu saung tempat gabah.

13.30 Membetulkan genteng saung tempat gabah. Gentengnya melorot gegara angin genit. Anginnya cari perhatian hujan. Maklum lama gak ketemu. Suka caper.

13.45 Membetulkan genteng kandang sapi.

13.57 Cuci kaki, tiduran di depan teve. Gak ada yang keren. Iklan sosisones melulu.

14.42 Ibang ngajak ke waduk. Hayu atuh, kataku. Yes!, kata Ibang.

14.49 Ngebut di pinggir waduk. Nungguin kerbau mandi, tapi belum waktunya. Nanti jam empat, kataku dalam hati. Ibang gak denger.

15.02 Astaghfirullah, marmut belum dikasih makan, kataku ngomong sendiri.

15.13 Aku memotong rumput untuk marmutku.

15.30 Nonton sten-ap komedi di kompastivi.

17. 01 Aku sudah mandi, trus mau bilang kalau aku juga sudah sholat ashar. Tapi takut kamu bilang riya. Gak jadi deh.

17.45 Maghrib. Di masjid pada adzan. Di teve juga. Di hape juga. Istri pulang bawa berkat.

18.10 Ngetik postingan ini.

18.16 Makan berkat.

18.30 Makan mangga yang sudah dikupas. Rasanya manis. Kek aku.

19.45 Pindahin lagu ke hape.

20.25 Capek ih. Mau tidur.

 Panongan, 30 November Waktu Indonesia Bagian Kanan

1 komentar:

Vindy Putri mengatakan...

SIbuknyaa...... heran.., inget aja sampai jam dan menitnya. :D